Rabu, 28 September 2016

Teknologi Telematika dalam Bidang Pendidikan & Kesehatan


PERANAN TEKNOLOGI TELEMATIKA DALAM BIDANG PENDIDIKAN

Dunia teknologi mengalami kemajuan begitu cepat. Perkembangan teknologi informasi yang cepat juga di bidang telematika yang merupakan bagian dunia TI(Teknologi Informasi), Kalau kita membahas dunia TI cakupannya sangat luas, saat ini saya akan membahas pengaruh telematika di dunia pendidikan terutama di perguruan tinggi. Hampir semua perguruan tinggi baik negeri dan swasta memanfaatkan teknologi informasi. Dengan adanya teknologi informasi terutama telematika sangat membantu proses kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi.
Pada bidang pendidikan ini peran telematika sangat lah berpengaruh besar dalam membantu dunia pendidikan, seperti membuat program pembelajaran secara virtual, membuat buku-buku virtual sehingga lebih praktis untuk dipelajari dan dibawa kemana-mana dan membuat pembelajaran lebih menarik.
Perkembangan yang sangat pesat dalam telematika maka munculahe-book, e-learning, e-library dan sebagainya. E itu berarti electronic. yang berarti penggunaan teknologi informatika. Membuat pembelajaran lebih Real time, lebih praktis dan lebih murah. Cukup dengan adanya jaringan Internet.


e-Book
e-book atau buku elektronik merupakan berupa buku yang dapat dibuka dengan elektronik melalui komputer. ebook ini biasanya berupa file yang isinya berupa informasi dari sebuah buku dalam bentuk yang ringkas. dengan ebook kita dapat belajar melalui komputer, kita juga dapat menyimpan ebook sebanyak-banyaknya tanpa harus membeli buku.

Dampak positif dan negatFi telematika di dalam pendidikan.
Setiap perkembangan atau hal yang baru pasti ada efeknya, baik efek secara langsung maupun tidak langsung dan akan memberikan dampak dimasyarakat. Termasuk perkembangan Telematika pasti ada dampak positif dan negatifnya, yang beberapa diantaranya adalah :

Dampak Positif :
  1. Proses belajar mengajar bisa di lakukan di mana saja.
  2. Menjadikan proses belajar mengajar menjadi jauh lebih mudah, karena materi disampaikan dengan variasi yang menarik.
  3. Tidak perlu bertatap muka dengan pengajar, cukup mengakases materinya melalui internet.
  4. Membuat jarak yang sangat jauh jadi terasa dekat serta tidak ada batasan waktu dan tempat.
  5. Membuat manusia akan selalu belajar dengan teknologi dan mengikuti perkembangan zaman.
  6. Memudahkan dalam pencarian informasi mengenai pelajaran, jurnal ilmiah, makalah bahkan untuk kuliah jarak jauh.
  7. Hemat biaya dan waktu.
  8. Tidak terbatas ruang dan waktu.
  9. Standarisasi materi.
  10. Otomatisasi administrasi.
  11. Materi dapat diakses dimana saja.
  12. Meringkas segalanya. contoh, kita tidak harus membawa banyak buku diktat.
Dampak Negatif :

  1. Penyalahgunaan teknologi untuk merusak data (crakcer) oleh orang yang tidak bertanggung jawab seperti menghack computer untuk mengubah nilai yang diperoleh.
  2. Mudahnya untuk melakukan tindakan plagiatisme.
  3. Privasi tidak terlindungi karena selalu berhubungan dengan teknologi.
  4. Aspek sosial sebagai manusia turun karena jarang bertemu langsung sehingga membuat proses interaksi antar sesama manusia kurang yang menyebabkan rentannya timbul perpecahan.
  5. Kemungkinan terjadi kesalahan fatal akibat kurang akuratnya data yang diinput sehingga menyebabkan informasi yang diterima orang berikutnya ataupun sistem yang membaca informasi tersebut tidak akurat.
  6. Membuat manusia menjadi pemalas dan pikiran tidak berkembang karena telah dimanjakan oleh teknologi yang mempermudah segalanya.
  7. Rentan terpecah fokus belajarnya karena banyaknya hiburan yang bisa diperoleh melalui komputer, seperti bermain game, dengar musik nonton film.
  8. Menjadi terlalu bergantung dengan teknologi tanpanya proses pemecahan masalah akan berjalan sangat lambat.


                  PERANAN TEKNOLOGI TELEMATIKA DALAM BIDANG KESEHATAN

Setelah menjelaskan peranan teknologi telematika dalam bidang pendidikan , maka saya ingin mencoba memberikan satu lagi contoh bentuk penerapan dari telematika dalam bidang kesehatan. Salah satu penerapan telematika dalam bidang kesehatan ini adalah Telematika dalam Penelitian Kesehatan, disamping Tele-Education, Telemedicine, serta Telematika untuk Manajemen Pelayanan Kesehatan dan kelompok kami akan menjelaskan mengenai Telemedicine

Definisi Telemedicine
Telemedicine merupakan suatu layanan kesehatan antara dokter atau praktisi kesehatan dengan pasien jarak jauh guna mengirimkan data medik pasien menggunakan komunikasi audio visual mengunakan infrastruktur telekomunikasi yang sudah ada misalnya menggunakan internet,satelit dan lain sebagainya.
Dari gambar diatas dapat dijelaskan lebih mendalam mengenai apa itu telemedicine. Komponen penyusun teknologi telemedicine adalah pasien, dokter, internet dan praktisi kesehatan. Pasien memiliki jarak yang jauh dengan dokter. Apabila pasien ingin memeriksa kesehatan mereka tidak perlu berangkat ke tempat dokter, ini untuk penyakit yang kecil dan menengah dan untuk perawatan jalan. Untuk pasien dengan sakit parah dan perlu rawat inap hal ini sulit diterapkan,tetapi masih dalam tahap pengujian. Misal untuk pasien sakit jantung, kanker, tumor dan lain-lain. Antara pasien dengan praktisi kesehatan harus memiliki jaringan internet yang terhubung secara global sehingga pasien bisa menggunakan telemedicine.
Sejarah Telemedicine
Ide tentang pemeriksaan dan evaluasi kesehatan dengan menggunakan perangkat jaringan telekomunikasi bukanlah hal yang baru. Setelah diperkenalkan pesawat telepon, percobaan telemedicine telah dilakukan pertama kali dengan men-transmisi-kan rekaman ekg melalui jaringan telepon sistem analog. Walaupun jarak tempuh transmisi hanya beberapa kilometer, namun nilai klinisnya tidak begitu bermakna. Setelah itu, beberapa kali dicoba untuk melakukan transmisi suara jantung dan napas antar dokter dan pasien.Setelah Perang Dunia ke-II (1945), teknik transmisi foto dikembangkan oleh militer di eropa. Pengalaman tersebut memberikan inspirasi para pioner kedokteran dalam mengembangkan teknik pengiriman gambar-gambar medis tentang penyakit dan kelainan dari pasien ke dokter. Sejumlah peneliti kedokteran pada saat itu telah melakukan kegiatan pendidikan, interprestasi dan menegakkan diagnosis serta melakukan pengobatan psikiatri, dan radiologi jarak jauh.
Sejalan dengan kemajuan teknologi komputer dan sistem digital saat ini, perkembangan telemedicine semakin berkembang. Peralatan kedokteran dapat menghasilkan gambar digital secara langsung, selain itu juga dapat mengubah citra video menjadi citra digital. Kini, penggunaan telemedicine sangat luas sampai sekarang diaplikasikan di Amerika, Yunani, Israel, Jepang, Italia, Denmark , Belanda, Norwegia, Jordan, India, dan Malaysia.
Sejarah Telemedicine di Indonesia
Telemedicine di Indonesia sudah berkembang cukup signifikan. Di Indonesia sudah meluai menggunakan telemedicine sejak tahun 90an. Pada era tersebut masih menggunakan teknologi telepon standar. Di era sekarang telemedicine sudah berkembang lebih pesat, misalnya di Surabaya antar puskesmas di seluruh Surabaya sudah saling terhubung dengan tekologi internet dan sudah terhubungsatu dengan yang lain, selain itu puskesmas juga sudah terhubung dengan pusat kesehatan kota. Tetapi bandwidth di Indonesia masih kurang untuk dilakukan teleconference antar pasien dengan praktisi kesehatan. Tetapi hal ini memungkinkan apabila antar puskesmas dengan pusat kesehatan kota memiliki akses internet sendiri tidak menggunakan layanan public internet.
Manfaaat Telemedicine
Mafaat telemedicine adalah sebagai berikut:
·     Mempercepat akses pasien ke pusat-pusat rujukan.
·     Mudah mendapatkan pertolongan sambil menunggu pertolongan langsung dari dokter-     dokter pribadi.
·  Pasien merasakan tetap dekat dengan rumah dimana keluarga dan sahabat dapat memberikan dukungan langsung.
·    Menurunkan stres mental atau ketegangan yang dirasakan di tempat kerja.
·   Menseleksi antara pasien-pasien yang perlu dibawa ke rumah sakit dan pasien yang tidak perlu perawatan di rumah sakit akan tetap tinggal di rumah.

Aplikasi Telemedicine
Aplikasi Telemedicine dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu:
1.    Skala Mikro
·      Dilaksanakan oleh salah satu intansi layanan kesehatan dalam skala terbatas
2.    Skala Makro
·   Aplikasi Sektoral –  Terbatas untuk satu subdisiplin ilmu kedokteran/ bidang layanan kesehatan
·   Aplikasi Regional –  Mencakup keseluruhan bidang layanan kesehatan terbatas pada wilayah       tertentu dalam satu Negara
·   Aplikasi Nasional –  Mencakup seluruh bidang layanan kesehatan di seluruh wilayah suatu negara
    Aplikasi telemedicine sangatlah luas, tergantung dari materi dan objek transmisi nya. Misalnya:             teleradiologi, telepatologi, teledermatologi, telekardiologi, telepsikiatri, teleneurologi, teleedukasi,      telekonsultasi, pengobatan telenuklir, teleotorinolaringologi dan penatalaksanaan trauma jarak jauh. Selain itu dikenal pula berbagai disiplin telemedicine lainnya seperti telenursing (pelayanan keperawatan jarak jauh), dan teleprescribing (resep jarak jauh).
Perangkat keras dan lunak telemedicine sangat mahal, terutama transmisi yang menggunakan saluran pita lebar, sehingga akses pusat kontrol dan server sebaiknya berada di center-center besar. Namun harus dibedakan mana yang bisa diaplikasikan sesuai kemampuan, dan mana yang harus menunggu pemakaian teknologi tinggi. Semua pengiriman pencitraan (image) baik ekokardiografi real time maupun film citra x-ray , ct-scan ataupun angiogram memerlukan saluran pita lebar dan jaringan digital dengan biaya tinggi.
Pilihan telekomunikasi yang dapat dilakukan untuk aplikasi Telemedicine antara lain:
·         Saluran telepon standar (public switched telephone network; PSTN)
·         ISDN (integrated service digital network)
·         Koneksi satelit
·         Teknologi nirkabel
·         Koneksi gelombang mikro
·         Leased line
·         ATM (asynchronous transfer mode): teknologi relay sel.

Beberapa kasus aplikasi satelit untuk pelayanan kesehatan jarak jauh, antara lain:
1.    Jaringan Informasi Medis Asia-Pasifik via ETS-V
·    (AMINE – Asia Pacific Medical Information Network via ETS-V. Proyek yang dilaksanakan oleh National Space Development Agency (NASDA) dan Departemen Pos dan telekomunikasi Jepang serta dibantu oleh Fakultas Kedokteran Universitas Tokai Jepang ini mendirikan 25 stasiun bumi yang menggunakan L-Band VSAT di setiap stasiunnya. Stasiun bumi tersebut tersebar di Thailand, Kamboja, Papua Nugini, Fiji, China, dan Jepang. Setelah selama empat tahun beroperasi (1992-1996) ternyata 80% traffik adalah trafik non-klinis seperti masalah-masalah administrasi, manajemen rumah sakit, dan urusan logistik. Oleh Karena itu AMINE merekomendasikan agar desain telemedicine di masa yang akan datang turut memperhitungkan trafik-trafik non-klinis seperti ini. Hasil yang nyata adalah AMINE telah berhasil menyelamatkan banyak pasien terutama di negara berkembang di asia pasifik.
2.   Telemedicine via ACTS (Advanced Communications Technology Satellite ) – NASA.
·   ACTS merupakan salah satu pionir dalam mengaplikasikan telemedicine via satelit. Salah satu eksprimen telemedicine yang dilakukan adalah telemammography, yang mendemontrasikan pengiriman citra mammografi resolusi tinggi dari daerah pedesaan ke kota menggunakan jaringan akses satelit. Mammografi adalah citra radiologi yang dapat membantu pendeteksian kanker payudara dalam tahap dini. Sayangnya dibutuhkan ahli radiologi yang berpengalaman untuk menginterpretasikan citra tersebut yang tidak selalu tersedia didaerah pedesaan atau kota kecil. Eksprimen ini menghubungkan tempat screening di kota kecil atau pedesaan dengan suatu institusi medis di kota besar. Keberhasilan program ini membutuhkan integrasi antara satelit dan infrastruktur terestrial di fakultas kedokteran kampus/rumah sakit, pemoresan citra, keamanan data pasien, juga perangkat lunak yang mengontrol proses screening. Salah satu kesulitan yang dihadapi pada telemammografi ini adalah citra yang dihasilkan berukuran besar. Untuk teknik mammography direct digital, kompresi 20:1 diperlukan agar citra dapat ditransmisikan kurang dari 1 menit dengan menggunakan T1. Tetapi kompresi sebanyak ini mengorbankan beberapa data pada citra. Karena itu eksprimen ini menyarankan pengembangan teknik kompresi citra disamping perbaikan sistem yang mampu mentransmisikan citra lebih cepat.

Peluang Telemedicine
Masalah jarak terkait dengan bagaimana caranya memberikan akses layanan kedokteran yang berkualitas dengan biaya murah dan terjangkau, berkelanjutan, demi mencapai masyarakat yang sehat dan sejahtera.Bayangkan ketersediaan dan rasio tenaga dokter dan dokter spesialis di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Telemedcine menawarkan solusinya dengan menjanjikan diantaranya efisiensi, efektivitas, interaktivitas, kolaborasi dan ubiquitous.
Diharapkan menjadi lebih hemat jarak, waktu dan biaya. Juga meningkatkan kerjasama lintas geografis. Mudah diakses dengan berbagai perangkat, darimana dan kapan saja.Telemedicine yang sudah sering dilakukan diantaranya dalam bentuk telekonsultasi. Bisa melalui telepon, pesan singkat (SMS), MMS, chat bahkan video call. Juga konsultasi dokter online via web seperti mail list, forum, blog, Twitter, Plurk, Facebook, webcam, dll.Telekonsultasi yang populer berupa telekonferensi dan video konferensi.
Yang sekadar bersifat pengawasan dan pemeliharaan dapat berupa telemonitoring. Terkait bidang pendidikan disebut tele-education yang dapat digunakan juga sebagai ubiquitous learning.Di bidang kedokteran sendiri dikenal istilah teleradiologi (terkait dengan PACS [Picture Archiving and Communication System]), telekardiologi, telesurgery, telepatologi, telepsikiatri, teledermatologi, teleoftalmologi, teleobstetri-ginekologi, telepediatrik, dll. Beberapa penelitian menyatakan telemedisin efektif dan efisien digunakan untuk kasus penyakit kronis dan rawat jalan serta mampu mengurangi angka rujukan serta lama rawat inap.

Teknologi Telemedicine
Di sisi klien/pasien dibutuhkan suatu alat yang mampu menggantikan fungsi panca indera dan aktivitas dokter. Misalnya kamera video, stetoskop elektron, elektrokardiografi, dermatoskop elektron, ultrasonografi elektron, robot bedah, dll.Data bisa pula ditangkap dan diolah dengan bantuan perangkat lunak atau sistem manajemen data tertentu. Seperti pengolah citra pada CT-Scan, aplikasi berbasis web, pengatur kompresi, dll. Format data sebaiknya memiliki standar, seperti XML, JPEG, dll. Diperlukan juga standardisasi proses, antarmuka, kualitas data, lama penyimpanan dan sebagainya.
Data yang terkumpul dapat langsung diteruskan secara waktu nyata (real time/synchronous) atau disimpan dulu (asynchronous). Data dapat juga diminta sewaktu-waktu menggunakan metode pull technology atau cukup menunggu kiriman dari klien dengan cara push technology.Jaringan yang digunakan untuk mengantarkan data dapat memanfaatkan kabel, nirkabel bahkan koneksi satelit. Tergantung pada lebar pita (bandwidth) yang dibutuhkan untuk transfer data.Datayang sampai di stasiun penerima (mis. rumah sakit, klinik, praktik swasta, farmasi, laboratorium, dll) dapat diolah. Atau cukup dijadikan arsip. Jika diperlukan, informasi disampaikan kembali ke klien.

 Aplikasi Telemedicine Di Indonesia
Di Indonesia, dinyatakan beberapa pusat pelayanan kesehatan di daerah sebenarnya telah dilengkapi dengan peralatan yang mendukung telekonferensi. Langkah bertahap menuju telemedisin yang lebih maju. Beberapa berita penerapan dan penelitian telemedicine di Indonesia (dimutakhirkan 29 Januari 2009):
Telemedicine, Berobat Via Internet!
Dokter di Bandung Obati Pasien di Aceh (2005)
RSUD Terapkan Mobile Telemedicine System (2008)
Penelitian telemedisin di arsip ITB (Institut Teknologi Bandung).
Hambatan Telemedicine
Sumber daya manusia dan teknologi yang ditanamkan tidak bisa dibilang murah. Belum lagi faktor budaya. Dokter umum lokal biasanya lebih paham kondisi kesehatan di daerahnya dibanding dokter spesialis/konsultan yang tidak mengenal kondisi geografis daerah tersebut. Dokter memang tidak akan tergantikan oleh mesin. Tapi mesin akan banyak menjembatani hubungan dokter-pasien. Ringkasnya, telemedicine sebagai suatu alat bantu telah menawarkan beberapa peluang. Dengan mengutamakan keselamatan pasien yang didukung regulasi, standar, penelitian dan kedokteran berbasis bukti, telemedisin mungkin dapat membantu terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Selasa, 31 Mei 2016

Tulisan Populer Bersifat Argumentasi

Topik tentang Pendidikan 
Terdiri dari Paragraf Argumentasi



Pentingnya Pendidikan bagi Kehidupan Manusia

Pendidikan adalah suatu usaha atau proses yang dilakukan untuk mengembangkan potensi – potensi yang ada pada umat manusia dengan menggunakan ilmu. Tujuan utama dari pendidikan sendiri adalah untuk memajukan atau mensejahterakan kehidupan umat manusia. Selain itu pendidikan juga memiliki hubungan yang erat dengan proses transfer ilmu. Dengan ilmu inilah manusia bisa membawa kehidupannya ke dalam peradaban yang lebih baik. Contohnya dengan menemukan berbagai macam teknologi yang membuat segala urusan manusia menjadi lebih mudah.
Namun pada kenyataannya, saat ini pendidikan di masyarakat masih sangat kurang. Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan, hampir 40% masyarakat Indonesia merupakan lulusan SMA atau SMK, 20 % lulusan perguruan tinggi, dan sisanya 40% tidak memiliki pendidikan atau tidak tamat SMA/SMK. Hal ini disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti mahalnya biaya pendidikan, paradigma yang salah tentang pendidikan dan lain – lain. Padahal, pendidikan memiliki manfaat yang sangat banyak. Ada beberapa manfaat pendidikan bagi manusia, yaitu:
Pendidikan dapat mensejahterakan kehidupan manusia. Mereka yang memiliki pendidikan akan dibekali oleh ilmu – ilmu yang bermanfaat, sehingga mereka memiliki skil dan kemampuan yang menjadikan mereka mampu bersaing di era ini. Dengan skill dan kemampuan tersebut, mereka bisa mendapat pekerjaan yang layak sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sebaliknya, jika seseorang tidak memiliki skill, maka dia tidak akan terpakai di dalam masyarakat. 
Selain itu, pendidikan juga dapat membentuk moral dan perilaku yang baik bagi manusia. Selain memberikan pelajaran – pelajaran tentang ilmu alam dan sosial, pendidikan juga memberikan pendidikan karakter. Pendidikan ini menanamkan nilai – nilai sosial, seperti berkata jujur, bertanggung jawab, dan lain – lain kepada murid – muridnya. Oleh karena itu, mereka akan memiliki karakter yang baik sehingga mereka dapat menjadi individu yang baik pula di masyarakat. 
Disamping itu, pendidikan juga bisa menekan angka kriminalitas di suatu Negara. Menurut pendapat seorang ahli psikologi, Tindakan kriminal yang terjadi meruapakan akibat dari permasalahan ekonomi. Para pelaku biasanya orang – orang yang tidak memiliki pekerjaan tetatp yang terjerat masalah ekonomi, sehingga mereka terpaksa melakukan tindakan seperti mencuri, menipu, bahkan membunuh. Oleh karena itu, pendidikan adalah jalan keluar untuk mengurangi permasalahan ini. Jika mereka memiliki pendidikan, tentunya mereka akan mendapatkan pekerjaan dan tidak terjera masalah ekonomi, sehingga mereka tidak akan mungkin melakukan tindakan kriminal.
Berdasarkan penjabaran – penjabaran di atas, dapat kita simpulkan bahwa pendidikan sangatlah penting bagi kehidupan umat manusia. Pendidikan dapat mensejahterkan mereka, membentuk pribadi yang berkarakter, dan juga dapat mengurangi tingkat kriminalitas di suatu negeri. Oleh karena itu, pendidikan seharusnya menjadi prioritas utama kebutuhan manusia. Selain itu, pemerintah juga semestinya melakukan tindakan – tindakan yang nyata supaya angka masyarakat yang tidak berpendidikan dapat berkurang. 
Karangan di atas adalah sebuah contoh karangan argumentasi pendidikan yang berjudul Pentingnya Pendidikan bagi Kehidupan Manusia. Singkatnya, karangan argumentasi adalah karangan yang tujuannya untuk menyakinkan pembaca akan pendapat atau pandangan penulis terhadap suatu hal tertentu.

Pentingnya Menanamkan Pendidikan Karakter Sejak Dini

Akhir – akhir ini sikap dan perilaku terpuji dalam masyarakat menjadi salah satu hal yang sudah sangat sulit untuk ditemui di kehidupan sosial. Fakta ini bisa dilihat dari banyaknya perilaku buruk seperti ketidakadilan serta kebohongan yang sering terjadi di masyarakat umum, baik di masyarakat tingkat bawah hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Mengapa hal ini bisa terjadi ? Hal ini dikarenakan telah hilangnya karakter di dalam masyarakat.
Arti dari karakter sendiri adalah pola pikir serta perilaku ciri khas bagi setiap individu dalam hidup bermasyarakat untuk saling menjaga dan bekerja sama baik dalam tingkat keluarga maupun berbangsa dan bernegara. Sedangkan individu yang mempunyai karakter baik adalah mereka yang selalu bertanggung jawab dengan apa yang diperbuat dan mampu mengambil keputusan dengan baik.
Sebenarnya manusia telah memiliki karakter terpuji sejak mereka dilahirkan di dunia ini. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, karakter baik itu bisa bertahan atau hilang tergantung manusia itu sendiri dan lingkungannya. Agar karakter baik tersebut bisa bertahan hingga mereka dewasa, mereka harus diberi pendidikan karakter terus menerus sejak usia dini. Hal ini dikarenakan pendidikan merupakan salah satu jalan yang bisa membantu dalam menanamkan karakter.
Mengapa Penanaman pendidikan karakter harus diberikan sejak dini ? Ini dikarenakan merka masih dalam tahap perkembangan awal. Selain itu, pada masa – masa inilah para calon generasi muda akan belajar dalam mengenali dirinya dan lingkungannya yang memiliki kultur sosial serta budaya yang beragam. Terlebih lagi, mereka akan belajar caranya berinteraksi dan bersosialisasi. Terlebih lagi sekolah adalah contoh lingkup kecil masyarakat luas.
Menanamkan pendidikan karakter di sekolah menjadikan peran guru sangat penting. Mereka juga menjadi ujung tombak dalam menanamkan pendidikan karakter. Hal ini dikarenakan mereka berhadapan langsung dengan anak – anak sehingga mereka harus memberikan contoh  yang baik. Apabila seorang guru tidak bisa menjadi contoh yang baik bagi anak muridnya, maka merka gagal dalam menanamkan karakter kepada siswa – siswinya. Mereka seharusnya bisa memberikan contoh yang baik karena pada dasarnya anak – anak di umur mereka memiliki gaya belajar dengan cara mengcopy atau meniru orang lain.
Menjadi seorang guru yang ideal seharusnya tidak hanya memberikan materi pelajaran saja, tetapi mereka juga harus menjadi teladan dan memberikan inspirasi bagi anak didiknya. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Dr. Martin Luther King, “Intelligence plus character, that is the gol of true education”, yang artinya kecerdasan yang berkarakter adalah tujuan akhir dari pendidikan yang sebenarnya.
Jika penanaman karakter ini berhasil, maka kelaka akan menjadi para penerus bangsa yang baik. Hal ini dikarenakan jika karakter telah terbentuk sejak kecil, mereka akan menjadi individu yang jujur, adil, dan bertanggung jawab ketika besar kelak. Untuk memujudkan generasi penerus bangsa yang berkarakter, maka semua elemen harus bertanggung jawab dalam mendidik mereka.
Meskipun keluarga merupakan media yang paling bertanggung jawab dalam mengemban tugas ini. Akan tetapi karena para orang tua yang memiliki rutinitas padat, maka mereka akan mengalami kesulitan dalam melakukan pengawasan kepada anak – anaknya. Oleh karena itu, peran pendidikan karakter sejak dini dimulai dari taman kanak – kanak atau pun play group menjadi pilihan utama bagi mereka.
Berdasarkan penjabaran – penjabaran di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa pendidikan karakter sejak dini sangat penting pada saat ini. Selain itu, penanaman pendidikan karaktet sejak dini pula menjadi solusi yang baik bagi orang tua yang memiliki jadwal yang padat. Semoga semua sekolah yang ada di negeri ini menerpakan pendidikan karakter pada kegiatan belajar mengajarnya sehingga apa yang menjadi cita – cita kita bersama ini dapat terwujud.
Karangan di atas adalah sebuah contoh karangan argumentasi pendidikan yang berjudul Pentingnya Menanamkan Pendidikan Karakter Sejak Dini. Singkatnya, karangan argumentasi adalah karangan yang tujuannya untuk menyakinkan pembaca akan pendapat atau pandangan penulis terhadap suatu hal tertentu.

Jumat, 15 April 2016

Artikel Mengenai Penyalahgunaan Narkoba, Psikotropika dan Zat Aditif



   Terdapat suatu kenyataan yang sulit dipercaya , bahwa hampir semua pengguna Narkoba mengetahui bahaya dari Narkoba, namun hanya sedikit yang bersedia dan berhasil untuk menghentikan kebiasaannya tersebut. Ancaman penyakit yang mengintai  terkadang tidak cukup ampuh untukmembuat pacandu menghentikan kebiasaannya . Narkoba  di satu sisi merupakan suatu  yang dibenci dan dicoba untuk dihindari , namun disatu sisi yang lain dianggap sebagai sahabat setia yang terus dicari dan dijadikan sebagai salah satu alat pergaulan. Narkoba dipandang sebagai masalah yang paling mendesak untuk ditangani dan dikurangi , karena mengandung pelbagai senyawa beracun dan bersifat karsinogenik  (dapat menyebabkan keganasan). 
Kebiasaan merokok, sebagai salah satu media menikmati narkoba , misalnya putauw  ternyata juga mempunyai keterkaitan dengan penyakit Tuberculosis ( TBC ) , sehingga  keduanya merupakan agenda penting dari WHO akhir-akhir ini . Hal ini juga merupakan masalah yang sangat penting bagi Indonesia yang merupakan penyumbang kasus TBC ketiga terbanyak di dunia  Ketergantungan obat dalam hal ini meliputi dua dimensi yaitu ,ketergantungan perilaku  dalam aktivitas mencari-cari zat , dan ketergantungan fisik beserta gejala-gejala yang muncul sebagai akibat ketergantungan obat tersebut.  
Ketergantungan pada Putauw atau disebut dengan nama lainnya yaituAmphetamin, crack, ice, meth, crystal, shabu , atau speed banyak disebut sebagai salah satu bentuk ketergantungan yang paling tua dalam sejarah modern.
Hal yang memprihatinkan adalah jumlah narkoba yang disalahgunakan setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan dalam usia pertama kali orang merokok yang semakin muda.
Berbeda dengan kebiasaan mecandu yang dilakukan oleh remaja  yang lebih karena usahanya dalam mencari jati diri atau tekanan dari kelompok sebaya, maka kebiasaan menggunakan putauw pada usia dewasa selain sebagai akibat kebiasaan merokok yang dilakukan semenjak usia remaja juga merupakan usaha untuk melarikan diri dari perasaan frustrasi dan depresi sebagai akibat dari lingkungan kompetitif  yang dihadapinya
Sementara itu , gencarnya pengaruh dari lingkungan pergaulan yang dialami,  sering dituding sebagai salah satu penyebab dari terus bertambahnya angka pecandu di kalangan masyarakat. Di sisi lain ,  Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang pembatasan penggunaan narkoba  ,beserta hukuman bagi pecandu maupun pengedar masih dianggap terlampau lunak dan pelaksanaan yang belum merata, serta masih  maraknya suap di kalangan penegak hukum membuat upaya pemberantasan narkoba masih sangat sulit dilakukan  . Hal ini membuat tingkat bahaya narkoba dan kecenderungan ketagihan dan ketergantungan pada narkoba akan semakin tinggi , dan semakin sulitnya seseorang untuk melepaskan dirinya dari ketergantungan terhadap narkoba 
Ketagihan yang disebabkan oleh narkoba , seringkali bukanlah suatu kebiasaan yang dapat dengan mudah diubah oleh seseorang . Seringkali pula  bantuan ahli atau adanya terapi diperlukan dalam usaha mengendalikan perilaku merokok . Dalam dunia Psikiatri , misalnya, dikenal terapi kombinasi penggunaan nikotin transdermal , atau obat - obatan jenis  pengganti nikotin. Namun, kemudian disadari bahwa hanya dengan terapi kimiawi saja tidak cukup efektif untuk mengendalikannya.
Fenomena penyalahgunaan zat mempunyai banyak implikasi untuk penelitian. Dikatakan bahwa beberapa zat dapat mempengaruhi perilaku baik internal , misalnya mood  ataupun eksternal yaitu perilaku yang dapat diamati oleh orang lain. Dalam hal ini dikatakan bahwa penggunaan psikotropika, termasuk putauw dengan kerusakan fungsi otak adalah berhubungan erat. 
Dalam hal ini , penanganan yang lebih serius untuk mencegah semakin luasnya penyebaran narkoba perlu dilakukan secepatnya agar efek merusak  pada kalangan remaja dapat dicegah sedini mungkin mengingat bahwa biaya  yang digunakan untuk melakukan rehabilitasi narkoba telah mencapai 200 milyar dolar pada tahun 1990-an di Amerika saja, belum termasuk di belahan lain di dunia , jauh lebih besar dibandingkan pemasukan devisa bagi sebagian besar negara di dunia . 

Kamis, 14 April 2016

Prostitusi Online

Nama : Nadia Sifa Aulia
Npm : 16113284

Bisnis Prostitusi secara OnLine dengan memanfaatkan Internet semakin menjamur pada saat ini tidak jarang ketika kita searching diinternet kita bisa mendapatkan informasi mengenai layanan seks yang dilakukan secara Online.
Geliat bisnis Layanan seks online ini semakin banyak ditekuni para wanita muda dari berbagai kalangan dan kemungkinan ada beberapa hal yang menyebabkan bisnis Online ini semakin banyak digeluti seiring dengan perkembangan dan kemajuan IT.
Perkembangan bisnis prostitusi online tak bisa dipisahkan oleh beberapa faktor yang turut andil dalam perkembangannya. Jika dulu bisnis prostitusi langsung kerumah prostitusi/Lokalisasi yang khusus disediakan bagi lelaki hidung belang yang ingin mendapatkan layanan seks,kemudia beberapa tahun kemudian mengalami perkembangan pola menuju bisnis prostitusi dengan memanfaatkan jaringan seperti mucikari atau germo , dan seirig pula dengan perkembangan pesat dunia It maka Prostitusi berkembang menjadi Prostitusi Online dengan memanfaatkan jaringan internet melalui website.
Geliat prostitusi online ini tak bisa dipisahkan dari beberapa faktor kelebihan yang dimilikinya jika menggunakan media online untuk melakukan bisnis ini antara lain:
Pertama . Bisnis prostitusi online ini memudahkan para pelaku yang menyediakan jasa layanan seks mapun para pengguna layanan jasa seks untuk melakukan transaksi secara langsung secara pribadi .hal ini tentu memudahkan mereka untuk memasang tarif bayaran maupun melakukan penawaran harga terhadap jasa layanan tersebut.
Kedua , tanpa Germo mapu perantara .bisnis prostitusi online ini akan lebih menguntungkan kepada para penyedia jasa seks yang biasanya berbentuk Individu-individu karena menjajakan diri secara online tak menggunakan lagi jasa orang ketiga yang biasa disebut germo akan tetapi langsung To the point baik melalui email maupun telpon, akibatnya sang penyedia seks tidak harus lagi mengeluarkan setoran wajib kepada germo, berbeda halnya jika menggunakan jasa germo/atau pihak ketiga tentu bayaran yang didapatkan kena potongan atau cash.
Ketiga , Lebih praktis dan efesien, transaksi seks secara online dianggap sangat praktis dan efesien karena para pelaku penyedia seks ini cukup hanya memasang foto nama secara online dengan memanfaatkan beberapa layanan IT mereka bia berselancar didunia maya menawarkan diri kepada para pria hidung belak untuk melakukan transaksi.dan dari situ mereka juga bisa membuat layanan schedule dan mengaturnya sesuai dengan permintaan.
Keempat ,layanan prostitusi online lebih terjamin kerahasiaannya hal ini tentu sangat berdampak dan menjadi angin segar bagi para penyedia layanan seks ini dan para pria hidung belang karena mereka melakukan transaksi secara online kemudian saling menelpon dan tinggal menyetujui tempat mereka melakukan seks dan biasanya mereka langsung check ini dihotel .hal ini tentu merupakan kelebihan bisnis prostitusi online ini karen apara pelaku tak bisa teridentifikasi dari masyarakat maupun lingkungan sekitarnya akibatnya mereka merasa aman karen kerahasiannya terjamin bebas dari pantauan masyarakat maupun keluarganya maka tak jarang banyak wanita muda yang menekuni bisnis prostitusi online ini demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan mendapatkan barang mewah lainnya.
Kelima bisnis prostitusi online ini menjanjikan dan mendapatkan keuntungan yang besar karena para pelaku atau penyedia jasa layanan seks online ini menyediakan tarif yang cukup tinggi dan yang paaling rendah adalah bertarif 1 juta dengan lama waktu layanan 2 jam dan tergantung dari paraas kecantikan yang dimiliki sangpenyedia layanan seks jika dia memiliki paraas cantik dan mudah maka tarifnya pasti akan jauh lebih tinggih lagi bahkan media tribunnews 1 september 2014 lalu menurunkan hasil investigasinya baahwa para pelaku penjual layanan seks online ini bisa meraup penghasilan 50 juta dalam sebulan , dan nilai ini menurut penulis sangat fantastis
Keenam bisnis prostitusi online ini sangat sulit diungkap oleh aparat keamanan karena bersifat tertutup dan sulit diungkap kerena menggunakan jaringan it meskipun hal tersebut sudah diatur dalam uu nomor 11 tahun 2008 tentang it yang memberikan ancaman hukuman penjara selama 6 tahun kepada para pelakunya berikut bunyi Pasal 27 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik:Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mend istribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen.