Kamis, 13 Oktober 2016

Arsitektur Telematika



Arsitektur Telematika

Istilah arsitektur dapat diartikan sebagai perancangan atau desain dari sebuah aplikasi, atau dimana suatu komponen membentuk suatu sistem yang diolah dan dilokalisasi agar dapat saling berinteraksi. Arsitektur telematika adalah sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi yang dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi dengan teknologi komunikasi. 
Element Utama Arsitektur
1.
Arsitektur sistem pemrosesan, menentukan standar teknis untuk hardware, lingkungan sistem operasi, dan software aplikasi, yang diperlukan untuk menangani persyaratan pemrosesan informasi perusahaan dalam spektrum yang lengkap. Standar merupakan format, prosedur, dan antar muka, yang menjamin bahwa perlengkapan dan software dari sekumpulan penyalur akan bekerja sama.
2.
Arsitektur telekomunikasi dan jaringan, menentukan kaitan di antara fasilitas komunikasi perusahaan, yang melaluinya informasi bergerak dalam organisasi dan ke peserta dari organisasi lain, dan hal ini juga tergantung dari standar yang berlaku.
3.
Arsitektur data, sejauh ini merupakan yang paling rumit diantara ketiga arsitektur di atas, dan termasuk yang relatif sulit dalam implementasinya, menentukan organisasi data untuk tujuan referensi silang dan penyesuaian ulang, serta untuk penciptaan sumber informasi yang dapat diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup luas.
Dengan kemajuan teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi atau lebih dikenal dikenal dengan istilah Telematika atau dalam istilah asingnya ICT (Information and Communication Technology) menawarkan sesuatu yang pada awal perkembangan komputer sangatlah mahal yaitu mini komputer, workstation dan personal komputer yang memiliki kemampuan setara mainframe dengan harga yang jauh lebih murah. Hal itu mendorong munculnya paradigma baru dalam pemrosesan data yaitu apa yang disebut Distributed Processing dimana sejumlah komputer mini komputer, workstation atau personal komputer menangani semua proses yang didistribusikan secara phisik melalui jalur jaringan komunikasi.

A.    Arsitektur Client-Server Telematika
Karena keterbatasan sistem file sharing, dikembangkanlah Arsitektur Client-Server. Arsitektur Client-Server merupakan sebuah aplikasi yang bertugas untuk membagi pekerjaan antara server(penyedia layanan) dan client. Client dan server terkadang menggunakan jaringan komputer pada hardware yang terpisah. Sedangkan server dapat menjalankan satu atau lebih program untuk memberikan data-data pada client. Arsitektur client – server telematika terdiri dari 2 buah arsitektur yakni, arsitektur sisi client dan sisi servernya.
     1.      Arsitektur  dari sisi client
       Arsitektur dari sisi klien mengarah pada  pelaksanaan data  pada browser sisi koneksi HTTP. Contohnya adalah JavaScript dari sisi eksekusi client dan cookie dari sisi penyimpanan pada client. Beberapa ciri khas dari sisi client, sebagai berikut :
1. Selalu memulai permintaan ke server.
2. Menunggu dan menerima balasan dari server.
3. Biasanya terhubung ke sejumlah kecil dari server pada satu waktu.
4. Biasanya berinteraksi langsung dengan pengguna akhir dengan menggunakan antarmuka pengguna seperti antarmuka pengguna grafis. Khusus jenis klien mencakup: web browser, e-mail klien, dan online chat klien.
     2.      Arsitektur dari sisi server
Pada sisi server, terdapat server Web khusus yang mengeksekusi perintah dengan menggunakan metode HTTP. Contoh dari sisi server adalah penggunaan CGI script yang tertanam di halaman HTML, hal tersebut dapat memicu terjadinya perintah untuk mengeksekusi. Beberapa ciri khas dari sisi server, sebagai berikut :
1. Menunggu permintaan dari salah satu client.
2. Melayani permintaan klien dan menjawab sesuai data yang diminta oleh client.
3. Suatu server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan client.
4. Jenis-jenisnya : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server.
Client dan server dikembangkan oleh berbagai perusahaan software besar seperti Lotus, Microsoft, Novell, Baan, Informix, Oracle, PeopleSoft, SAP, Sun, dan Sybase. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menjadi perusahaan komputer yang stabil dan besar pada era ini.


1.        Arsitektur Single-Tier
Pada Arsitektur Single-Tier, semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama. Beberapa sifat dari Single-Tier antara lain :
1.      Sederhana dan alternatifnya sangat mahal.
2.      Membutuhkan sedikit perlengkapan untuk dibeli dan dipelihara.
3.      Kelemahan pada keamanan dari arsitektur ini yaitu rendahnya dan kurangnya skalabilitas.



2.         Arsitektur Two-tier
Pada Arsitektur Two-tier, antarmuka pengguna ditempatkan di lingkungan desktop dan sistem manajemen database. Biasanya dalam sebuah server, yang lebih kuat merupakan mesin yang menyediakan layanan bagi banyak klien. Pengolahan informasi dibagi antara sistem interface lingkungan dan lingkungan server manajemen database. Arsitektur two-tier lebih aman dan terukur daripada pendekatan single-tier. Mempunyai database pada komputer yang terpisah meningkatkan kinerja keseluruhan situs. Kelemahannya adalah biaya yang mahal dan arsitektur yang kompleks.

3.        Arsitektur Three-tier
      Model three-tier atau multi-tier dikembangkan untuk menjawab keterbatasan pada arsitektur two-tier. Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasi-aplikasi mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan keamanan. Three-tier client dan server arsitektur digunakan untuk meningkatkan performa untuk jumlah pengguna besar dan juga meningkatkan fleksibilitas ketika dibandingkan dengan pendekatan dua tingkat. Kekurangannya adalah pengembangan lebih sulit daripada pengembangan pada arsitektur dua lapis.
   Pada tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan diantara sistem user interface lingkungan klien dan server manajemen database lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server.


 Beberapa Keuntungan Arsitektur Three-Tier :
·         Keluwesan teknologi,
·         Mudah untuk mengubah DBMS engine,
·         Memungkinkan pula middle tier ke platform yang berbeda,
·         Biaya jangka panjang yang rendah,
·         Perubahan-perubahan cukup dilakukan pada middle tier daripada pada aplikasi keseluruhan,
·         Keunggulan kompetitif,
·         Kemampuan untuk bereaksi terhadap perubahan bisnis dengan cepat, dengan cara mengubah modul kode daripada mengubah keseluruhan aplikasi.

B.           Teknologi Pendukung
      Konsep arsitektur tanpa teknologi pendukung tidak akan dapat diterapkan. Termasuk dalam arsitektur 2-tier dan n-tier. Beberapa contoh teknologi yang umum dipergunakan untuk mendukung 2-ter dan n-tier:
1.      Component Object.
Umumnya merupakan model object oriented dimana dapat dipergunakan oleh aplikasi yang berbeda dan penggunaan ulang komponen. Contohnya adalah COM/DCOM. Aplikasi yang ditulis dengan bahasa pemrograman yang berbeda dapat saling berkomunikasi dengan menggunakan Component Object. Component Object itu sendiri dapat ditulis dengan bahasa pemrograman yang berbeda-beda. Pada prinsipnya komponen tersebut terdiri dari class yang memiliki sekumpulan method.
2.      Microsoft Transaction Server.
MTS atau Microsoft Transaction Server merupakan software yang dikembangkan oleh Microsoft untuk keperluan monitoring transaksi pada aplikasi terdistribusi. MTS beroperasi pada middle-tier dan menyediakan control transaksi. Sebagai contoh, jika Anda mengembangkan sistem 3-tier yang mana menempatkan business object pada middle-tier, maka Anda dapat membuat ActiveX DLL sebagai business objectnya, dan melakukan instalasi didalam lingkungan MTS pada middle-tier.MTS akan bertanggung-jawab dalam menangani akses multi-client pada busines object tersebut. MTS menyediakan fasilitas seperti transaksi rollback, commit dan deadlock pada middle-tier.
3.    HTTP/Web Server.
Untuk aplikasi n-tier pada aplikasi Internet/Intranet, Anda mutlak memerlukan Web Server. Terdapat cukup banyak web server yang umum digunakan seperti Apache Web Server atau Internet Information Server (IIS).Anda dapat menggunakan web server sebagai middle-tier untuk menangani permintaan dari browser komputer client.
4.   Microsoft Message Queue Server.
MMQS atau Microsoft Message Queue Server merupakan teknologi yang dikembangkan oleh Microsoft yang berjalan pada middle-tier dan berfungsi untuk mengelola antrian permintaan. Hal ini dilatarbelakangi karena didalam jaringan yang besar, tidak semua komputer yang terkoneksi berfungsi pada saat yang diperlukan, sehingga diperlukan sebuah aplikasi yang dapat mengelola antrian request dari client dan response dari server yang akan dikirimkan lagi ketika komputer tujuan telah berfungsi. Bahkan jika Anda menggunakan banyak server dan keseluruhan server sedang dalam kondisi down, MMQS akan menyimpan semua request hingga beberapa atau semua server kembali online. Satu keuntungannya lagi, jika client-client meminta request yang melebihi kapasitas sebuah server, maka MMQS dapat menyimpannya untuk kemudian mendelegasikannya pada server yang tidak sibuk. Untuk kebutuhan ini diperlukan aplikasi pada server yang berfungsi sebagai listener atau referral.
5.    Database Management System.
Database Management System atau dikenal dengan singkatan DBMS merupakan sumber  penyimpanan data dan tentu saja memegang peranan vital dalam keseluruhan sistem.  Untuk arsitektur 2-tier dan n-tier, diperlukan aplikasi DBMS yang mampu bekerja pada lingkungan tersebut, beberapa contohnya adalah MySQL, Microsoft SQL Server dan Oracle. Jika pada DBMS yang dipergunakan terdapat fasilitas stored procedure, maka dimungkinkan untuk menyimpan business logic didalam stored procedure yang akan diakses oleh client.
6.      Conceptual Model
Tahap disain untuk merancang aplikasi untuk perusahaan bisa jadi merupakan pekerjaan yang rumit dan harus berhati-hati. Sehingga sangat disarankan Anda mencurahkan waktu yang cukup pada tahap disain. Pendekatan terbaik untuk melakukan disain adalah dengan membagi aplikasi kedalam unit-unit kecil yang disebut modul. Pada awalnya Anda dapat membuat modul standalone yang dapat dipanggil oleh modul lainnya dan dapat digunakan berulang kali (reused) pada project yang lain. Hal ini akan mempermudah pekerjaan Anda dan menghindari duplikasi pengkodean yang tidak perlu, serta menghemat waktu kerja Anda. Pada tahap disain ini juga, Anda perlu mengenal apa yang dinamakan dengan conceptual model, yang juga dikenal dengan sebutan service model atau application model

Contoh kasus arsitektur telematika
Pada sebuah sistem 3-tier, yang terdiri dari client, business dan database. Sistem tersebut harus melakukan kalkulasi gaji karyawan berdasarkan pajak dan peraturan lainnya yang dapat berubah dari tahun ke tahun.
            Pada tahun ini, terdapat perubahan peraturan pajak yang harus diterapkan pada sistem, pada tingkatan mana harus melakukan update. Yang perlu  dilakukan hanya update pada tingkatan business object, yang ada karena arsitektur 3-tier ini.
            Satu hal yang harus terus diingat sebagai konsep dasar, bahwa pengertian arsitektur 2-tier maupun 3-tier adalah secara logical dan bukan secara physical. Sehingga pada sebuah sistem kecil Anda dapat menjalankan business logic dan database pada komputer yang sama.
            Tetapi pada sistem yang besar, Anda mungkin memerlukan beberapa komputer untuk menjalankan baik tingkatan business ataupun database.

Daftar pustaka :
e)            http://taskactivity.tumblr.com/post/65671746918/pemanfaatan-dan-arsitektur-telematika

Rabu, 28 September 2016

Teknologi Telematika dalam Bidang Pendidikan & Kesehatan


PERANAN TEKNOLOGI TELEMATIKA DALAM BIDANG PENDIDIKAN

Dunia teknologi mengalami kemajuan begitu cepat. Perkembangan teknologi informasi yang cepat juga di bidang telematika yang merupakan bagian dunia TI(Teknologi Informasi), Kalau kita membahas dunia TI cakupannya sangat luas, saat ini saya akan membahas pengaruh telematika di dunia pendidikan terutama di perguruan tinggi. Hampir semua perguruan tinggi baik negeri dan swasta memanfaatkan teknologi informasi. Dengan adanya teknologi informasi terutama telematika sangat membantu proses kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi.
Pada bidang pendidikan ini peran telematika sangat lah berpengaruh besar dalam membantu dunia pendidikan, seperti membuat program pembelajaran secara virtual, membuat buku-buku virtual sehingga lebih praktis untuk dipelajari dan dibawa kemana-mana dan membuat pembelajaran lebih menarik.
Perkembangan yang sangat pesat dalam telematika maka munculahe-book, e-learning, e-library dan sebagainya. E itu berarti electronic. yang berarti penggunaan teknologi informatika. Membuat pembelajaran lebih Real time, lebih praktis dan lebih murah. Cukup dengan adanya jaringan Internet.


e-Book
e-book atau buku elektronik merupakan berupa buku yang dapat dibuka dengan elektronik melalui komputer. ebook ini biasanya berupa file yang isinya berupa informasi dari sebuah buku dalam bentuk yang ringkas. dengan ebook kita dapat belajar melalui komputer, kita juga dapat menyimpan ebook sebanyak-banyaknya tanpa harus membeli buku.

Dampak positif dan negatFi telematika di dalam pendidikan.
Setiap perkembangan atau hal yang baru pasti ada efeknya, baik efek secara langsung maupun tidak langsung dan akan memberikan dampak dimasyarakat. Termasuk perkembangan Telematika pasti ada dampak positif dan negatifnya, yang beberapa diantaranya adalah :

Dampak Positif :
  1. Proses belajar mengajar bisa di lakukan di mana saja.
  2. Menjadikan proses belajar mengajar menjadi jauh lebih mudah, karena materi disampaikan dengan variasi yang menarik.
  3. Tidak perlu bertatap muka dengan pengajar, cukup mengakases materinya melalui internet.
  4. Membuat jarak yang sangat jauh jadi terasa dekat serta tidak ada batasan waktu dan tempat.
  5. Membuat manusia akan selalu belajar dengan teknologi dan mengikuti perkembangan zaman.
  6. Memudahkan dalam pencarian informasi mengenai pelajaran, jurnal ilmiah, makalah bahkan untuk kuliah jarak jauh.
  7. Hemat biaya dan waktu.
  8. Tidak terbatas ruang dan waktu.
  9. Standarisasi materi.
  10. Otomatisasi administrasi.
  11. Materi dapat diakses dimana saja.
  12. Meringkas segalanya. contoh, kita tidak harus membawa banyak buku diktat.
Dampak Negatif :

  1. Penyalahgunaan teknologi untuk merusak data (crakcer) oleh orang yang tidak bertanggung jawab seperti menghack computer untuk mengubah nilai yang diperoleh.
  2. Mudahnya untuk melakukan tindakan plagiatisme.
  3. Privasi tidak terlindungi karena selalu berhubungan dengan teknologi.
  4. Aspek sosial sebagai manusia turun karena jarang bertemu langsung sehingga membuat proses interaksi antar sesama manusia kurang yang menyebabkan rentannya timbul perpecahan.
  5. Kemungkinan terjadi kesalahan fatal akibat kurang akuratnya data yang diinput sehingga menyebabkan informasi yang diterima orang berikutnya ataupun sistem yang membaca informasi tersebut tidak akurat.
  6. Membuat manusia menjadi pemalas dan pikiran tidak berkembang karena telah dimanjakan oleh teknologi yang mempermudah segalanya.
  7. Rentan terpecah fokus belajarnya karena banyaknya hiburan yang bisa diperoleh melalui komputer, seperti bermain game, dengar musik nonton film.
  8. Menjadi terlalu bergantung dengan teknologi tanpanya proses pemecahan masalah akan berjalan sangat lambat.


                  PERANAN TEKNOLOGI TELEMATIKA DALAM BIDANG KESEHATAN

Setelah menjelaskan peranan teknologi telematika dalam bidang pendidikan , maka saya ingin mencoba memberikan satu lagi contoh bentuk penerapan dari telematika dalam bidang kesehatan. Salah satu penerapan telematika dalam bidang kesehatan ini adalah Telematika dalam Penelitian Kesehatan, disamping Tele-Education, Telemedicine, serta Telematika untuk Manajemen Pelayanan Kesehatan dan kelompok kami akan menjelaskan mengenai Telemedicine

Definisi Telemedicine
Telemedicine merupakan suatu layanan kesehatan antara dokter atau praktisi kesehatan dengan pasien jarak jauh guna mengirimkan data medik pasien menggunakan komunikasi audio visual mengunakan infrastruktur telekomunikasi yang sudah ada misalnya menggunakan internet,satelit dan lain sebagainya.
Dari gambar diatas dapat dijelaskan lebih mendalam mengenai apa itu telemedicine. Komponen penyusun teknologi telemedicine adalah pasien, dokter, internet dan praktisi kesehatan. Pasien memiliki jarak yang jauh dengan dokter. Apabila pasien ingin memeriksa kesehatan mereka tidak perlu berangkat ke tempat dokter, ini untuk penyakit yang kecil dan menengah dan untuk perawatan jalan. Untuk pasien dengan sakit parah dan perlu rawat inap hal ini sulit diterapkan,tetapi masih dalam tahap pengujian. Misal untuk pasien sakit jantung, kanker, tumor dan lain-lain. Antara pasien dengan praktisi kesehatan harus memiliki jaringan internet yang terhubung secara global sehingga pasien bisa menggunakan telemedicine.
Sejarah Telemedicine
Ide tentang pemeriksaan dan evaluasi kesehatan dengan menggunakan perangkat jaringan telekomunikasi bukanlah hal yang baru. Setelah diperkenalkan pesawat telepon, percobaan telemedicine telah dilakukan pertama kali dengan men-transmisi-kan rekaman ekg melalui jaringan telepon sistem analog. Walaupun jarak tempuh transmisi hanya beberapa kilometer, namun nilai klinisnya tidak begitu bermakna. Setelah itu, beberapa kali dicoba untuk melakukan transmisi suara jantung dan napas antar dokter dan pasien.Setelah Perang Dunia ke-II (1945), teknik transmisi foto dikembangkan oleh militer di eropa. Pengalaman tersebut memberikan inspirasi para pioner kedokteran dalam mengembangkan teknik pengiriman gambar-gambar medis tentang penyakit dan kelainan dari pasien ke dokter. Sejumlah peneliti kedokteran pada saat itu telah melakukan kegiatan pendidikan, interprestasi dan menegakkan diagnosis serta melakukan pengobatan psikiatri, dan radiologi jarak jauh.
Sejalan dengan kemajuan teknologi komputer dan sistem digital saat ini, perkembangan telemedicine semakin berkembang. Peralatan kedokteran dapat menghasilkan gambar digital secara langsung, selain itu juga dapat mengubah citra video menjadi citra digital. Kini, penggunaan telemedicine sangat luas sampai sekarang diaplikasikan di Amerika, Yunani, Israel, Jepang, Italia, Denmark , Belanda, Norwegia, Jordan, India, dan Malaysia.
Sejarah Telemedicine di Indonesia
Telemedicine di Indonesia sudah berkembang cukup signifikan. Di Indonesia sudah meluai menggunakan telemedicine sejak tahun 90an. Pada era tersebut masih menggunakan teknologi telepon standar. Di era sekarang telemedicine sudah berkembang lebih pesat, misalnya di Surabaya antar puskesmas di seluruh Surabaya sudah saling terhubung dengan tekologi internet dan sudah terhubungsatu dengan yang lain, selain itu puskesmas juga sudah terhubung dengan pusat kesehatan kota. Tetapi bandwidth di Indonesia masih kurang untuk dilakukan teleconference antar pasien dengan praktisi kesehatan. Tetapi hal ini memungkinkan apabila antar puskesmas dengan pusat kesehatan kota memiliki akses internet sendiri tidak menggunakan layanan public internet.
Manfaaat Telemedicine
Mafaat telemedicine adalah sebagai berikut:
·     Mempercepat akses pasien ke pusat-pusat rujukan.
·     Mudah mendapatkan pertolongan sambil menunggu pertolongan langsung dari dokter-     dokter pribadi.
·  Pasien merasakan tetap dekat dengan rumah dimana keluarga dan sahabat dapat memberikan dukungan langsung.
·    Menurunkan stres mental atau ketegangan yang dirasakan di tempat kerja.
·   Menseleksi antara pasien-pasien yang perlu dibawa ke rumah sakit dan pasien yang tidak perlu perawatan di rumah sakit akan tetap tinggal di rumah.

Aplikasi Telemedicine
Aplikasi Telemedicine dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu:
1.    Skala Mikro
·      Dilaksanakan oleh salah satu intansi layanan kesehatan dalam skala terbatas
2.    Skala Makro
·   Aplikasi Sektoral –  Terbatas untuk satu subdisiplin ilmu kedokteran/ bidang layanan kesehatan
·   Aplikasi Regional –  Mencakup keseluruhan bidang layanan kesehatan terbatas pada wilayah       tertentu dalam satu Negara
·   Aplikasi Nasional –  Mencakup seluruh bidang layanan kesehatan di seluruh wilayah suatu negara
    Aplikasi telemedicine sangatlah luas, tergantung dari materi dan objek transmisi nya. Misalnya:             teleradiologi, telepatologi, teledermatologi, telekardiologi, telepsikiatri, teleneurologi, teleedukasi,      telekonsultasi, pengobatan telenuklir, teleotorinolaringologi dan penatalaksanaan trauma jarak jauh. Selain itu dikenal pula berbagai disiplin telemedicine lainnya seperti telenursing (pelayanan keperawatan jarak jauh), dan teleprescribing (resep jarak jauh).
Perangkat keras dan lunak telemedicine sangat mahal, terutama transmisi yang menggunakan saluran pita lebar, sehingga akses pusat kontrol dan server sebaiknya berada di center-center besar. Namun harus dibedakan mana yang bisa diaplikasikan sesuai kemampuan, dan mana yang harus menunggu pemakaian teknologi tinggi. Semua pengiriman pencitraan (image) baik ekokardiografi real time maupun film citra x-ray , ct-scan ataupun angiogram memerlukan saluran pita lebar dan jaringan digital dengan biaya tinggi.
Pilihan telekomunikasi yang dapat dilakukan untuk aplikasi Telemedicine antara lain:
·         Saluran telepon standar (public switched telephone network; PSTN)
·         ISDN (integrated service digital network)
·         Koneksi satelit
·         Teknologi nirkabel
·         Koneksi gelombang mikro
·         Leased line
·         ATM (asynchronous transfer mode): teknologi relay sel.

Beberapa kasus aplikasi satelit untuk pelayanan kesehatan jarak jauh, antara lain:
1.    Jaringan Informasi Medis Asia-Pasifik via ETS-V
·    (AMINE – Asia Pacific Medical Information Network via ETS-V. Proyek yang dilaksanakan oleh National Space Development Agency (NASDA) dan Departemen Pos dan telekomunikasi Jepang serta dibantu oleh Fakultas Kedokteran Universitas Tokai Jepang ini mendirikan 25 stasiun bumi yang menggunakan L-Band VSAT di setiap stasiunnya. Stasiun bumi tersebut tersebar di Thailand, Kamboja, Papua Nugini, Fiji, China, dan Jepang. Setelah selama empat tahun beroperasi (1992-1996) ternyata 80% traffik adalah trafik non-klinis seperti masalah-masalah administrasi, manajemen rumah sakit, dan urusan logistik. Oleh Karena itu AMINE merekomendasikan agar desain telemedicine di masa yang akan datang turut memperhitungkan trafik-trafik non-klinis seperti ini. Hasil yang nyata adalah AMINE telah berhasil menyelamatkan banyak pasien terutama di negara berkembang di asia pasifik.
2.   Telemedicine via ACTS (Advanced Communications Technology Satellite ) – NASA.
·   ACTS merupakan salah satu pionir dalam mengaplikasikan telemedicine via satelit. Salah satu eksprimen telemedicine yang dilakukan adalah telemammography, yang mendemontrasikan pengiriman citra mammografi resolusi tinggi dari daerah pedesaan ke kota menggunakan jaringan akses satelit. Mammografi adalah citra radiologi yang dapat membantu pendeteksian kanker payudara dalam tahap dini. Sayangnya dibutuhkan ahli radiologi yang berpengalaman untuk menginterpretasikan citra tersebut yang tidak selalu tersedia didaerah pedesaan atau kota kecil. Eksprimen ini menghubungkan tempat screening di kota kecil atau pedesaan dengan suatu institusi medis di kota besar. Keberhasilan program ini membutuhkan integrasi antara satelit dan infrastruktur terestrial di fakultas kedokteran kampus/rumah sakit, pemoresan citra, keamanan data pasien, juga perangkat lunak yang mengontrol proses screening. Salah satu kesulitan yang dihadapi pada telemammografi ini adalah citra yang dihasilkan berukuran besar. Untuk teknik mammography direct digital, kompresi 20:1 diperlukan agar citra dapat ditransmisikan kurang dari 1 menit dengan menggunakan T1. Tetapi kompresi sebanyak ini mengorbankan beberapa data pada citra. Karena itu eksprimen ini menyarankan pengembangan teknik kompresi citra disamping perbaikan sistem yang mampu mentransmisikan citra lebih cepat.

Peluang Telemedicine
Masalah jarak terkait dengan bagaimana caranya memberikan akses layanan kedokteran yang berkualitas dengan biaya murah dan terjangkau, berkelanjutan, demi mencapai masyarakat yang sehat dan sejahtera.Bayangkan ketersediaan dan rasio tenaga dokter dan dokter spesialis di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Telemedcine menawarkan solusinya dengan menjanjikan diantaranya efisiensi, efektivitas, interaktivitas, kolaborasi dan ubiquitous.
Diharapkan menjadi lebih hemat jarak, waktu dan biaya. Juga meningkatkan kerjasama lintas geografis. Mudah diakses dengan berbagai perangkat, darimana dan kapan saja.Telemedicine yang sudah sering dilakukan diantaranya dalam bentuk telekonsultasi. Bisa melalui telepon, pesan singkat (SMS), MMS, chat bahkan video call. Juga konsultasi dokter online via web seperti mail list, forum, blog, Twitter, Plurk, Facebook, webcam, dll.Telekonsultasi yang populer berupa telekonferensi dan video konferensi.
Yang sekadar bersifat pengawasan dan pemeliharaan dapat berupa telemonitoring. Terkait bidang pendidikan disebut tele-education yang dapat digunakan juga sebagai ubiquitous learning.Di bidang kedokteran sendiri dikenal istilah teleradiologi (terkait dengan PACS [Picture Archiving and Communication System]), telekardiologi, telesurgery, telepatologi, telepsikiatri, teledermatologi, teleoftalmologi, teleobstetri-ginekologi, telepediatrik, dll. Beberapa penelitian menyatakan telemedisin efektif dan efisien digunakan untuk kasus penyakit kronis dan rawat jalan serta mampu mengurangi angka rujukan serta lama rawat inap.

Teknologi Telemedicine
Di sisi klien/pasien dibutuhkan suatu alat yang mampu menggantikan fungsi panca indera dan aktivitas dokter. Misalnya kamera video, stetoskop elektron, elektrokardiografi, dermatoskop elektron, ultrasonografi elektron, robot bedah, dll.Data bisa pula ditangkap dan diolah dengan bantuan perangkat lunak atau sistem manajemen data tertentu. Seperti pengolah citra pada CT-Scan, aplikasi berbasis web, pengatur kompresi, dll. Format data sebaiknya memiliki standar, seperti XML, JPEG, dll. Diperlukan juga standardisasi proses, antarmuka, kualitas data, lama penyimpanan dan sebagainya.
Data yang terkumpul dapat langsung diteruskan secara waktu nyata (real time/synchronous) atau disimpan dulu (asynchronous). Data dapat juga diminta sewaktu-waktu menggunakan metode pull technology atau cukup menunggu kiriman dari klien dengan cara push technology.Jaringan yang digunakan untuk mengantarkan data dapat memanfaatkan kabel, nirkabel bahkan koneksi satelit. Tergantung pada lebar pita (bandwidth) yang dibutuhkan untuk transfer data.Datayang sampai di stasiun penerima (mis. rumah sakit, klinik, praktik swasta, farmasi, laboratorium, dll) dapat diolah. Atau cukup dijadikan arsip. Jika diperlukan, informasi disampaikan kembali ke klien.

 Aplikasi Telemedicine Di Indonesia
Di Indonesia, dinyatakan beberapa pusat pelayanan kesehatan di daerah sebenarnya telah dilengkapi dengan peralatan yang mendukung telekonferensi. Langkah bertahap menuju telemedisin yang lebih maju. Beberapa berita penerapan dan penelitian telemedicine di Indonesia (dimutakhirkan 29 Januari 2009):
Telemedicine, Berobat Via Internet!
Dokter di Bandung Obati Pasien di Aceh (2005)
RSUD Terapkan Mobile Telemedicine System (2008)
Penelitian telemedisin di arsip ITB (Institut Teknologi Bandung).
Hambatan Telemedicine
Sumber daya manusia dan teknologi yang ditanamkan tidak bisa dibilang murah. Belum lagi faktor budaya. Dokter umum lokal biasanya lebih paham kondisi kesehatan di daerahnya dibanding dokter spesialis/konsultan yang tidak mengenal kondisi geografis daerah tersebut. Dokter memang tidak akan tergantikan oleh mesin. Tapi mesin akan banyak menjembatani hubungan dokter-pasien. Ringkasnya, telemedicine sebagai suatu alat bantu telah menawarkan beberapa peluang. Dengan mengutamakan keselamatan pasien yang didukung regulasi, standar, penelitian dan kedokteran berbasis bukti, telemedisin mungkin dapat membantu terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Selasa, 31 Mei 2016

Tulisan Populer Bersifat Argumentasi

Topik tentang Pendidikan 
Terdiri dari Paragraf Argumentasi



Pentingnya Pendidikan bagi Kehidupan Manusia

Pendidikan adalah suatu usaha atau proses yang dilakukan untuk mengembangkan potensi – potensi yang ada pada umat manusia dengan menggunakan ilmu. Tujuan utama dari pendidikan sendiri adalah untuk memajukan atau mensejahterakan kehidupan umat manusia. Selain itu pendidikan juga memiliki hubungan yang erat dengan proses transfer ilmu. Dengan ilmu inilah manusia bisa membawa kehidupannya ke dalam peradaban yang lebih baik. Contohnya dengan menemukan berbagai macam teknologi yang membuat segala urusan manusia menjadi lebih mudah.
Namun pada kenyataannya, saat ini pendidikan di masyarakat masih sangat kurang. Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan, hampir 40% masyarakat Indonesia merupakan lulusan SMA atau SMK, 20 % lulusan perguruan tinggi, dan sisanya 40% tidak memiliki pendidikan atau tidak tamat SMA/SMK. Hal ini disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti mahalnya biaya pendidikan, paradigma yang salah tentang pendidikan dan lain – lain. Padahal, pendidikan memiliki manfaat yang sangat banyak. Ada beberapa manfaat pendidikan bagi manusia, yaitu:
Pendidikan dapat mensejahterakan kehidupan manusia. Mereka yang memiliki pendidikan akan dibekali oleh ilmu – ilmu yang bermanfaat, sehingga mereka memiliki skil dan kemampuan yang menjadikan mereka mampu bersaing di era ini. Dengan skill dan kemampuan tersebut, mereka bisa mendapat pekerjaan yang layak sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sebaliknya, jika seseorang tidak memiliki skill, maka dia tidak akan terpakai di dalam masyarakat. 
Selain itu, pendidikan juga dapat membentuk moral dan perilaku yang baik bagi manusia. Selain memberikan pelajaran – pelajaran tentang ilmu alam dan sosial, pendidikan juga memberikan pendidikan karakter. Pendidikan ini menanamkan nilai – nilai sosial, seperti berkata jujur, bertanggung jawab, dan lain – lain kepada murid – muridnya. Oleh karena itu, mereka akan memiliki karakter yang baik sehingga mereka dapat menjadi individu yang baik pula di masyarakat. 
Disamping itu, pendidikan juga bisa menekan angka kriminalitas di suatu Negara. Menurut pendapat seorang ahli psikologi, Tindakan kriminal yang terjadi meruapakan akibat dari permasalahan ekonomi. Para pelaku biasanya orang – orang yang tidak memiliki pekerjaan tetatp yang terjerat masalah ekonomi, sehingga mereka terpaksa melakukan tindakan seperti mencuri, menipu, bahkan membunuh. Oleh karena itu, pendidikan adalah jalan keluar untuk mengurangi permasalahan ini. Jika mereka memiliki pendidikan, tentunya mereka akan mendapatkan pekerjaan dan tidak terjera masalah ekonomi, sehingga mereka tidak akan mungkin melakukan tindakan kriminal.
Berdasarkan penjabaran – penjabaran di atas, dapat kita simpulkan bahwa pendidikan sangatlah penting bagi kehidupan umat manusia. Pendidikan dapat mensejahterkan mereka, membentuk pribadi yang berkarakter, dan juga dapat mengurangi tingkat kriminalitas di suatu negeri. Oleh karena itu, pendidikan seharusnya menjadi prioritas utama kebutuhan manusia. Selain itu, pemerintah juga semestinya melakukan tindakan – tindakan yang nyata supaya angka masyarakat yang tidak berpendidikan dapat berkurang. 
Karangan di atas adalah sebuah contoh karangan argumentasi pendidikan yang berjudul Pentingnya Pendidikan bagi Kehidupan Manusia. Singkatnya, karangan argumentasi adalah karangan yang tujuannya untuk menyakinkan pembaca akan pendapat atau pandangan penulis terhadap suatu hal tertentu.

Pentingnya Menanamkan Pendidikan Karakter Sejak Dini

Akhir – akhir ini sikap dan perilaku terpuji dalam masyarakat menjadi salah satu hal yang sudah sangat sulit untuk ditemui di kehidupan sosial. Fakta ini bisa dilihat dari banyaknya perilaku buruk seperti ketidakadilan serta kebohongan yang sering terjadi di masyarakat umum, baik di masyarakat tingkat bawah hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Mengapa hal ini bisa terjadi ? Hal ini dikarenakan telah hilangnya karakter di dalam masyarakat.
Arti dari karakter sendiri adalah pola pikir serta perilaku ciri khas bagi setiap individu dalam hidup bermasyarakat untuk saling menjaga dan bekerja sama baik dalam tingkat keluarga maupun berbangsa dan bernegara. Sedangkan individu yang mempunyai karakter baik adalah mereka yang selalu bertanggung jawab dengan apa yang diperbuat dan mampu mengambil keputusan dengan baik.
Sebenarnya manusia telah memiliki karakter terpuji sejak mereka dilahirkan di dunia ini. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, karakter baik itu bisa bertahan atau hilang tergantung manusia itu sendiri dan lingkungannya. Agar karakter baik tersebut bisa bertahan hingga mereka dewasa, mereka harus diberi pendidikan karakter terus menerus sejak usia dini. Hal ini dikarenakan pendidikan merupakan salah satu jalan yang bisa membantu dalam menanamkan karakter.
Mengapa Penanaman pendidikan karakter harus diberikan sejak dini ? Ini dikarenakan merka masih dalam tahap perkembangan awal. Selain itu, pada masa – masa inilah para calon generasi muda akan belajar dalam mengenali dirinya dan lingkungannya yang memiliki kultur sosial serta budaya yang beragam. Terlebih lagi, mereka akan belajar caranya berinteraksi dan bersosialisasi. Terlebih lagi sekolah adalah contoh lingkup kecil masyarakat luas.
Menanamkan pendidikan karakter di sekolah menjadikan peran guru sangat penting. Mereka juga menjadi ujung tombak dalam menanamkan pendidikan karakter. Hal ini dikarenakan mereka berhadapan langsung dengan anak – anak sehingga mereka harus memberikan contoh  yang baik. Apabila seorang guru tidak bisa menjadi contoh yang baik bagi anak muridnya, maka merka gagal dalam menanamkan karakter kepada siswa – siswinya. Mereka seharusnya bisa memberikan contoh yang baik karena pada dasarnya anak – anak di umur mereka memiliki gaya belajar dengan cara mengcopy atau meniru orang lain.
Menjadi seorang guru yang ideal seharusnya tidak hanya memberikan materi pelajaran saja, tetapi mereka juga harus menjadi teladan dan memberikan inspirasi bagi anak didiknya. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Dr. Martin Luther King, “Intelligence plus character, that is the gol of true education”, yang artinya kecerdasan yang berkarakter adalah tujuan akhir dari pendidikan yang sebenarnya.
Jika penanaman karakter ini berhasil, maka kelaka akan menjadi para penerus bangsa yang baik. Hal ini dikarenakan jika karakter telah terbentuk sejak kecil, mereka akan menjadi individu yang jujur, adil, dan bertanggung jawab ketika besar kelak. Untuk memujudkan generasi penerus bangsa yang berkarakter, maka semua elemen harus bertanggung jawab dalam mendidik mereka.
Meskipun keluarga merupakan media yang paling bertanggung jawab dalam mengemban tugas ini. Akan tetapi karena para orang tua yang memiliki rutinitas padat, maka mereka akan mengalami kesulitan dalam melakukan pengawasan kepada anak – anaknya. Oleh karena itu, peran pendidikan karakter sejak dini dimulai dari taman kanak – kanak atau pun play group menjadi pilihan utama bagi mereka.
Berdasarkan penjabaran – penjabaran di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa pendidikan karakter sejak dini sangat penting pada saat ini. Selain itu, penanaman pendidikan karaktet sejak dini pula menjadi solusi yang baik bagi orang tua yang memiliki jadwal yang padat. Semoga semua sekolah yang ada di negeri ini menerpakan pendidikan karakter pada kegiatan belajar mengajarnya sehingga apa yang menjadi cita – cita kita bersama ini dapat terwujud.
Karangan di atas adalah sebuah contoh karangan argumentasi pendidikan yang berjudul Pentingnya Menanamkan Pendidikan Karakter Sejak Dini. Singkatnya, karangan argumentasi adalah karangan yang tujuannya untuk menyakinkan pembaca akan pendapat atau pandangan penulis terhadap suatu hal tertentu.